
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menjadi salah satu pemateri di Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MABA) Rangkaian Jelajah Almamater Brawijaya (RAJA Brawijaya) 2025, Rabu (13/8) di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya.

Setelah pemaparan materi selesai, Sudaryono menjelaskan bahwa cadangan beras untuk memenuhi kebutuhan nasional sudah cukup dan pemerintah mengupayakan pendistribusian dengan bekerja sama dengan banyak pihak, baik pedagang, retail modern, TNI, Polri, hingga BUMN.
“Cadangan beras pemerintah kita cukup dan target sampai dengan Desember ada 1,7 juta ton yang kita gelontorkan ke masyarakat sehingga betul-betul ketersediaannya ada dan harganya bisa kita kontrol,” ungkapnya.
Menanggapi isu impor besar-besaran di Amerika, Wamentan menyebutkan bahwa impor hanya dilakukan untuk komoditas yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri.
“Bukan hanya produk pertanian, ada produk banyak hal yang kita itu tidak bisa produksi,” ungkapnya.
Sudaryono menerangkan bahwa pemerintah tidak akan mengimpor secara besar-besaran dan pemerintah berusaha untuk mengurangi impor, seperti tahun sekarang yang tidak impor beras, jagung, gula, dan garam.
“Presiden menginginkan sebisa mungkin volume importnya itu dikurang-kurangi, kalo bisa, kan, produksi dalam negeri ditambah. Cuma ada komoditas yang memang, menurut saya, bawang bombai misalnya, ada orang menanam bombai di Indonesia, cuma memang produktivitasnya tidak sebagus di luar negeri dan kebutuhannya besar, sehingga ada yang harus di import,” terangnya.
Reporter: Arief Kurniawan, M. Akrom Haqqani, & Ilzam Hadiwijaya
Penyunting: Al Ninantari Dimarzio Ananto
Beri Balasan