Aksi Solidaritas Doa Bersama untuk Affan Kurniawan dan Seluruh Korban Kekerasan Aparat Kepolisian

Aksi Doa Bersama untuk Affan dan Seluruh Korban Kekerasan di Alun-alun Merdeka Malang (Kabarbasic/Arief)

Jumat (29/8) di Alun-alun Merdeka, Kota Malang, Aliansi Suara Rakjat (Asuro) bersama pengemudi ojek online (ojol) dan mahasiswa melakukan Aksi Solidaritas Mimbar Bebas dan Doa Bersama untuk Alm. Affan Kurniawan serta seluruh korban kekerasan aparat kepolisian. 

Aksi ini adalah bentuk solidaritas dan dukungan terhadap korban dari aksi brutal aparat kepolisian pada demo buruh yang terjadi pada Kamis (28/8) terhadap seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dan korban kekerasan lainnya. 

Ada lima poin tuntutan dari komunitas pengemudi ojek online yang disampaikan dalam aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan, di antaranya:

1. Mengusut tuntas insiden tewasnya saudara Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis Brimob serta memastikan proses hukum berjalan transparan, independen, dan akuntabel;

2. Menuntut pertanggungjawaban penuh dari kepolisian, khususnya Brimob atas kelalaian dan tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa rakyat sipil;

3. Menjamin perlindungan dan keadilan hukum bagi keluarga korban meninggal maupun luka-luka termasuk pemberian santunan dan kompensasi yang layak; 

4. Menjamin keselamatan rakyat dalam setiap aksi penyampaian pendapat di muka umum dengan menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat;

5. Mendesak Kepolisian Republik Indonesia, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparat keamanan lapangan agar tidak lagi bertindak brutal maupun menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi warga sipil.

Alam, salah satu pengemudi ojek online yang hadir dalam aksi solidaritas tersebut menyampaikan kekecewaannya akan tindakan aparat yang gagal melindungi masyarakat. Alam juga menegaskan jika dia berharap para aparat bisa bertanggung jawab atas apa yang dialami korban. Ia menambahkan, aksi solidaritas perlu diperluas agar semakin terdengar. 

“Teman-teman mungkin bisa dimasifkan lagi untuk penyuaraan karena suara paling besar adalah masyarakat, di mana tanggapan instansi mengikuti apa kata masyarakat, soalnya beberapa instansi atau beberapa pejabat, beberapa tuli, kalau nggak didobrak kupingnya, ya tuli,” ungkap Alam.

Reporter: M. Ilzam Hadiwijaya & Arief Kurniawan

Penyunting: Al Ninantari Dimarzio Ananto

Mahasiswa Matematika angkatan 2023 dan menjabat sebagai staff redaksi dalam masa jabatan 2025-2026.
Mahasiswa Matematika angkatan 2023. Bertugas sebagai Staf Redaksi 2024, Pimpinan Redaksi, dan Bendahara Umum 2025. Tertarik di dunia sains, sejarah, dan sastra.