JERUPEDIA, Cara Mahasiswa KKN UB Mengenalkan UMKM Desa Jeru melalui Website Desa

Malang—Pagi di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, biasanya dimulai dengan aktivitas masyarakat yang membuka warung, menyiapkan hasil olahan pangan, hingga mengemas berbagai produk rumahan untuk dipasarkan kepada pelanggan. Sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut telah menjalankan usahanya selama bertahun-tahun dengan mengandalkan promosi secara langsung maupun dari mulut ke mulut. Cara tersebut masih menjadi pilihan utama karena dinilai sederhana dan sesuai dengan kondisi usaha yang dikelola secara mandiri. Di sisi lain, perkembangan teknologi menghadirkan peluang baru bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran melalui media digital.

Kondisi tersebut menjadi salah satu temuan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya yang melaksanakan pengabdian di Desa Jeru selama 22 Juni hingga 18 Juli 2026. Selama hampir empat minggu pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya berinteraksi dengan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, tetapi juga mengamati potensi desa yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Salah satu potensi yang menarik perhatian adalah keberadaan UMKM lokal yang menghasilkan beragam produk, namun belum banyak memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.

Berangkat dari hasil pengamatan tersebut, mahasiswa KKN menginisiasi sebuah program bernama JERUPEDIA, yaitu pengembangan halaman khusus UMKM yang terintegrasi pada website resmi Desa Jeru. Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Dr. Ika Oktavia Wulandari, S.Si., M.Si., dengan koordinasi lapangan oleh Christian Varel Chandra selaku Koordinator Desa. Selama masa pelaksanaan KKN, mahasiswa melakukan pendataan pelaku UMKM, menyusun informasi usaha, mendokumentasikan produk, hingga memberikan pendampingan kepada perangkat desa mengenai pengelolaan halaman tersebut.

Menurut Christian Varel Chandra, gagasan JERUPEDIA muncul setelah tim melihat bahwa Desa Jeru sebenarnya telah memiliki website resmi yang dapat dimanfaatkan sebagai media informasi desa. Namun, pada saat observasi awal, website tersebut belum digunakan secara maksimal untuk memperkenalkan produk-produk UMKM kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami melihat bahwa desa sebenarnya sudah memiliki website resmi. Dari situ muncul gagasan untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada agar informasi mengenai UMKM Desa Jeru dapat dihimpun dalam satu halaman yang lebih mudah diakses masyarakat,” ujar Christian Varel Chandra selaku Koordinator Desa KKN FSTeM UB.

Observasi lapangan menjadi tahapan awal sebelum program dijalankan. Mahasiswa mengunjungi sejumlah pelaku UMKM untuk memperoleh gambaran mengenai jenis usaha yang dijalankan, cara pemasaran yang digunakan, serta informasi yang dapat ditampilkan pada website desa. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan para pelaku usaha mengenai pengalaman mereka dalam menjalankan usaha sehari-hari.

Berdasarkan hasil pendataan, sebagian besar pelaku UMKM masih memasarkan produknya melalui pelanggan tetap, tetangga, atau media komunikasi sederhana seperti aplikasi pesan singkat. Beberapa pelaku usaha juga telah menggunakan media sosial pribadi, namun belum memiliki media promosi yang terintegrasi dalam satu platform bersama milik desa. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan konsep JERUPEDIA.

Selanjutnya, mahasiswa mulai melakukan pendataan secara lebih rinci terhadap setiap UMKM yang bersedia berpartisipasi. Informasi yang dihimpun meliputi nama usaha, identitas pemilik, jenis produk, kisaran harga, deskripsi singkat produk, alamat usaha, hingga nomor kontak yang dapat dihubungi calon pembeli. Selain itu, mahasiswa juga mendokumentasikan produk dalam bentuk foto agar informasi yang ditampilkan pada website menjadi lebih informatif.

Seluruh data yang telah terkumpul kemudian diolah menjadi konten digital. Mahasiswa menyusun tampilan halaman UMKM dengan mengelompokkan produk berdasarkan kategori, seperti kuliner, kerajinan, dan hasil pertanian. Pengelompokan tersebut bertujuan memudahkan pengunjung website ketika mencari jenis produk tertentu.

Dalam proses pengembangannya, halaman UMKM dibuat menggunakan platform Wix. Platform tersebut dipilih karena menyediakan sistem pengelolaan berbasis drag-and-drop sehingga relatif mudah dipahami oleh pengguna yang belum memiliki latar belakang pemrograman. Dengan demikian, setelah masa KKN selesai, perangkat desa diharapkan dapat melakukan pembaruan data secara mandiri apabila terdapat produk baru maupun perubahan informasi dari pelaku UMKM.

Selain menyusun halaman website, mahasiswa juga merancang sebuah Quick Response (QR) Code) yang terhubung langsung dengan website Desa Jeru. QR Code tersebut dapat dicetak pada berbagai media, seperti kemasan produk, banner, maupun media promosi lainnya. Dengan memindai kode tersebut menggunakan telepon seluler, masyarakat dapat langsung mengakses halaman UMKM yang tersedia pada website desa.

Keberadaan QR Code menjadi pelengkap dari sistem informasi yang telah disusun. Pengunjung tidak perlu mengetik alamat website secara manual sehingga proses akses menjadi lebih praktis. Pada saat yang sama, perangkat desa juga memiliki media promosi tambahan yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan desa maupun pameran produk lokal.

Selama proses pendataan berlangsung, mahasiswa juga memperoleh berbagai cerita dari pelaku UMKM mengenai perjalanan usaha mereka. Sebagian usaha telah dirintis selama bertahun-tahun sebagai sumber penghasilan keluarga, sementara beberapa lainnya merupakan usaha yang baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Beragam produk lokal yang dihasilkan menunjukkan potensi ekonomi masyarakat Desa Jeru yang cukup beragam, mulai dari makanan olahan, hasil pertanian, hingga produk kerajinan.

Setelah seluruh halaman selesai disusun, mahasiswa melaksanakan pendampingan kepada perangkat desa dan sejumlah pelaku UMKM. Pendampingan dilakukan menjelang akhir masa KKN sebagai bagian dari proses alih pengetahuan mengenai pengelolaan website. Materi yang diberikan meliputi cara masuk ke akun pengelola, menambahkan data UMKM baru, memperbarui informasi produk, mengganti foto, hingga mengelola tampilan halaman.

Untuk mendukung proses tersebut, mahasiswa juga menyusun panduan tertulis yang berisi langkah-langkah dasar pengoperasian website. Panduan tersebut diserahkan kepada perangkat desa agar dapat digunakan kembali ketika diperlukan tanpa harus bergantung kepada mahasiswa KKN.

Dosen Pembimbing Lapang, Dr. Ika Oktavia Wulandari, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa setiap program KKN diharapkan tidak berhenti pada saat mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian, melainkan dapat diteruskan oleh masyarakat sesuai kebutuhan desa.

“Yang terpenting bukan hanya menghasilkan sebuah produk selama KKN berlangsung, tetapi bagaimana hasil tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh desa setelah mahasiswa kembali ke kampus,” ujarnya.

Pendampingan menjadi salah satu tahapan penting karena keberlanjutan pengelolaan website nantinya berada di bawah tanggung jawab pemerintah desa. Oleh karena itu, mahasiswa berupaya menyusun sistem yang mudah dipahami sehingga proses pembaruan informasi dapat dilakukan secara mandiri.

Menjelang berakhirnya masa KKN pada 18 Juli 2026, mahasiswa menyerahkan hasil program kepada perangkat Desa Jeru. Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis bersamaan dengan penyampaian QR Code, dokumentasi data UMKM, serta panduan pengelolaan website. Momen tersebut menandai berakhirnya rangkaian pelaksanaan program JERUPEDIA sebagai salah satu program kerja mahasiswa KKN FSTeM Universitas Brawijaya di Desa Jeru.

Hasil program yang diserahkan meliputi halaman khusus UMKM yang telah terintegrasi pada website resmi desa, dokumentasi foto produk, data pelaku UMKM yang berpartisipasi, QR Code yang dapat dimanfaatkan sebagai media akses cepat menuju website, serta panduan pengelolaan bagi perangkat desa. Seluruh hasil tersebut merupakan keluaran program yang disusun selama masa pelaksanaan KKN.

Dalam laporan akhir kegiatan, mahasiswa juga mencatat bahwa program JERUPEDIA memiliki keterkaitan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Keterkaitan tersebut didasarkan pada fokus program yang berkaitan dengan pendataan UMKM, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengembangan media promosi berbasis digital.

Meskipun demikian, mahasiswa menyadari bahwa pengembangan media digital merupakan proses yang memerlukan pembaruan secara berkala. Oleh sebab itu, keberadaan halaman UMKM di website desa diharapkan dapat terus diperbarui oleh perangkat desa sesuai perkembangan usaha masyarakat. Informasi mengenai produk, kontak pelaku usaha, maupun dokumentasi baru dapat ditambahkan apabila terdapat perubahan pada masa mendatang.

Bagi mahasiswa, pelaksanaan program JERUPEDIA juga menjadi pengalaman untuk memahami proses pengembangan sistem informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan masyarakat, mengumpulkan data secara langsung, serta menyesuaikan rancangan program dengan kondisi di lapangan.

Sementara itu, bagi Desa Jeru, keberadaan halaman UMKM pada website resmi desa menjadi salah satu bentuk dokumentasi potensi ekonomi lokal yang dapat diakses masyarakat melalui media digital. Informasi yang sebelumnya tersebar di berbagai tempat kini tersusun dalam satu halaman yang dapat diperbarui sesuai kebutuhan.

Pelaksanaan program JERUPEDIA menunjukkan bagaimana kegiatan KKN tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas fisik di lapangan, tetapi juga melalui penyusunan sistem informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari dokumentasi desa. Selama masa pengabdian yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 18 Juli 2026, mahasiswa bersama perangkat desa dan pelaku UMKM bekerja sama menghimpun informasi mengenai usaha-usaha lokal agar dapat tersaji dalam satu platform yang mudah diakses. Program tersebut kemudian menjadi salah satu rangkaian kegiatan mahasiswa KKN FSTeM Universitas Brawijaya di Desa Jeru pada tahun 2026.