Tim ULKPKS Gelar Pelatihan Relawan Konselor Sebaya bagi Mahasiswa FSTeM UB

Wakil Dekan III FSTeM UB, Prof. Chomsin Sulistya Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., memberikan sambutan dalam Pelatihan Relawan Konselor Sebaya. (Kabarbasic/Arief)

Unit Layanan Konseling, Perundungan, dan Kekerasan Seksual (ULKPKS) menyelenggarakan sosialisasi Pelatihan Relawan Konselor Sebaya, yang dilaksanakan pada  Sabtu(9/5) di MIPA Pusat (MP) 1.6 Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya. Kegiatan berlangsung pukul 07.00–15.30 WIB dengan agenda penyampaian materi dan pelatihan keterampilan konseling untuk bekali mahasiswa FSTeM UB.

Kegiatan pelatihan diawali dengan sambutan oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa, Prof. Chomsin Sulistya Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, Chomsin berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para peer counselor maupun mahasiswa lainnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya untuk tidak menganggap remeh persoalan orang lain. “30 persen lebih dari kita itu cemas, tinggal menunggu pemicunya. … Jadi teman-teman nanti melatih insight dan instingnya untuk melihat, bukan di ujungnya,” ujarnya. 

Materi pertama disampaikan oleh Dian Sudiono S. Psi, M. Psi, Psikolog dengan mengusung tema Mental Health Awareness. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga mental di lingkungan perkuliahan. Peserta juga diajak untuk lebih peka dalam mengenali gejala permasalahan psikologis serta menumbuhkan sikap saling peduli dan mendukung antar sesama mahasiswa.

Materi kedua membahas “Tahapan Konseling” disampaikan oleh Ulifa Rahma, S.PSi. M.Psi, Psikolog. Pada sesi ini,  mahasiswa dikenalkan pada alur proses konseling secara menyeluruh, mulai dari tahap awal membangun kedekatan dan kepercayaan dengan konseli, proses pendampingan, hingga tahap evaluasi serta tindak lanjut pasca konseling.

Sebagai penutup, Ahmad Syafiin, S.Psi, M.Psi, Psikolog menyampaikan materi Micro Skill Konseling. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai keterampilan dasar yang penting dalam proses konseling, seperti kemampuan mendengarkan secara aktif (active listening), menunjukkan empati, serta menyusun pertanyaan yang efektif supaya proses pendampingan dapat berjalan lebih baik dan nyaman bagi konseli.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi role play konseling untuk mempraktikkan peran sebagai konselor sebaya. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam melakukan pendampingan konseling.  Kegiatan ini ditutup dengan pengisian post-test oleh peserta sebagai evaluasi terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan  relawan konselor di FSTeM UB.

Penyunting: Arief Kurniawan

Mahasiswa Matematika angkatan 2025. Bertugas sebagai Staf Redaksi 2026.