“Hahahaha!” Suara seseorang yang tertawa dengan lantang, sementara guru yang sedang menjelaskan sesuatu di kelas. Hari ini, sama seperti biasanya, anak-anak kelas 12 masuk kelas. Sekilas, kita bisa melihat anak-anak yang sedang memperhatikan pelajaran dengan ‘antusias’. Tapi kalau kalian mencoba mengamati lebih lama, kalian akan sadar, dari deretan pertama, yang biasanya dikenal sebagai sarang anak-anak pintar, sampai ke deretan terakhir, tidak ada yang benar kelakuannya. Di sudut jendela, ada dua orang yang sibuk mengobrol sambil menahan tawa. Di barisan tengah, beberapa anak sedang bermain blackjack, yang disembunyikan di balik buku pelajaran. Tidak ada satupun orang yang benar-benar memperhatikan kelas dengan baik.

Aku hidup dalam lingkaran yang rapi, terlalu rapi sampai rasanya seperti sangkar. Nilai-nilai baik kupasang seperti topeng, tapi di baliknya, aku kosong seperti halaman buku yang belum ditulis.