Temukan Kami di Media Sosial atau Hubungi Kami dan kami akan merespons segera.
Malang, Kabarbasic — Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi bertajuk “Seruan Aksi: Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang pada Rabu (21/10/2026). Aksi tersebut mengusung tema “Perbaiki Ekonomi Rakyat! Bangun Persatuan! Lawan Militerisme-Oligarki!” dan menyampaikan tujuh tuntutan terkait persoalan ekonomi, lingkungan, agraria, serta Hak Asasi Manusia (HAM). Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menilai kebijakan pemerintah belum menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kondisi ekonomi hingga penanganan bencana ekologis dan penegakan HAM.
Forum POROS ASTERA 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya untuk menyampaikan aspirasi, membahas berbagai persoalan akademik dan kemahasiswaan, serta berdialog secara terbuka dengan pihak dekanat. Forum bertema “Sinergi Akselerasi: Transformasi Suara Menjadi Solusi” tersebut berlangsung di Banquet Room FSTeM, pada Kamis (1/10/2026).
Kondisi tersebut menjadi salah satu temuan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya yang melaksanakan pengabdian di Desa Jeru selama 22 Juni hingga 18 Juli 2026. Selama hampir empat minggu pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya berinteraksi dengan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, tetapi juga mengamati potensi desa yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Salah satu potensi yang menarik perhatian adalah keberadaan UMKM lokal yang menghasilkan beragam produk, namun belum banyak memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.
Malang – Bagi hampir sebagian besar masyarakat Dusun Gunung Kunci, Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, memperoleh air bersih bukanlah perkara yang mudah. Berdasarkan hasil observasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya, masyarakat di dusun tersebut masih bergantung pada pasokan air dari Desa Kemiri karena keterbatasan sumber air tanah. Menurut Kepala Desa Jabung, Ibu Anik Sri Hartatik, S.E., M.M., kondisi geografis Dusun Gunung Kunci yang berada di dataran lebih tinggi menyebabkan sumber air tanah sulit diperoleh. Upaya pengeboran sumur yang pernah dilakukan hanya mampu menghasilkan air selama kurang lebih satu bulan, sehingga hingga saat ini kebutuhan air bersih masyarakat masih mengandalkan distribusi air dari Desa Kemiri. Pada musim hujan, kualitas fisik air yang dialirkan terkadang mengalami peningkatan kekeruhan akibat partikel sedimen yang terbawa aliran air sehingga masyarakat memerlukan cara sederhana untuk membantu menjernihkan air sebelum digunakan. Selain kualitas air yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, masyarakat juga belum banyak mengenal teknologi penyaringan air sederhana yang dapat dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan memiliki biaya relatif terjangkau.
Situs Web Kabarbasic.com dikelola oleh Lembaga Pers Mahasiswa Basic
Surel: admin@kabarbasic.com
Our website uses cookies to improve your experience. Learn more about: Cookie Policy
Beri Balasan