Temukan Kami di Media Sosial atau Hubungi Kami dan kami akan merespons segera.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) menggelar Rembuk Warga FSTeM pada Jumat (19/6) di Selasar Masjid Manarul Huda (MNI). Kegiatan tersebut bertujuan menetapkan jargon dan sapaan baru bagi mahasiswa FSTeM setelah perubahan nama fakultas.
Malang – Fenomena mengabaikan lawan bicara dalam suatu interaksi tatap muka dua arah karena lebih memusatkan perhatian pada layar smartphone, atau yang dikenal dengan istilah phubbing (phone snubbing), kini semakin lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini bukan sekadar masalah etika komunikasi biasa, melainkan telah menjadi ancaman bagi kohesi sosial dan nilai-nilai Pancasila di kalangan Generasi Z. Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari tekanan psikologis seperti Fear of Missing Out (FOMO) dan tingginya intensitas penggunaan internet, yang membuat individu merasa harus selalu terhubung dengan dunia maya meski sedang berada dalam obrolan langsung.
Bagi sebagian anak muda, menggulir layar TikTok atau Instagram sudah seperti kebutuhan sehari-hari yang sulit ditinggalkan, dan kebiasaan ini perlahan-lahan mulai mengubah cara berbicara, gaya hidup, hingga seberapa sering mereka masih menjalankan tradisi dari kampung halaman masing-masing. Fenomena inilah yang mendorong sekelompok Mahasiswa Matematika FSTeM Universitas Brawijaya untuk melakukan penelitian lapangan secara serius, dengan mewawancarai langsung lima mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Riau, Bogor, Ponorogo, Ternate hingga Papua yang dilakukan pada tanggal 25—27 April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden merasakan adanya perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari mereka akibat penggunaan media sosial yang semakin intensif, namun menariknya budaya lokal tidak serta-merta hilang dan justru mengalami semacam dinamisasi antara gaya hidup modern dengan akar tradisi yang masih mereka pegang.
Malang - Lima mahasiswa Program Studi S1 Matematika Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya menggelar kegiatan sosialisasi dan diskusi bersama mahasiswa UB asal Madura di Gazebo Raden Wijaya, Universitas Brawijaya, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa UB terhadap pentingnya sikap toleransi dan inklusi di lingkungan kampus.
Situs Web Kabarbasic.com dikelola oleh Lembaga Pers Mahasiswa Basic
Surel: admin@kabarbasic.com
Our website uses cookies to improve your experience. Learn more about: Cookie Policy
Beri Balasan