
Malang – Bagi hampir sebagian besar masyarakat Dusun Gunung Kunci, Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, memperoleh air bersih bukanlah perkara yang mudah. Berdasarkan hasil observasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya, masyarakat di dusun tersebut masih bergantung pada pasokan air dari Desa Kemiri karena keterbatasan sumber air tanah. Menurut Kepala Desa Jabung, Ibu Anik Sri Hartatik, S.E., M.M., kondisi geografis Dusun Gunung Kunci yang berada di dataran lebih tinggi menyebabkan sumber air tanah sulit diperoleh. Upaya pengeboran sumur yang pernah dilakukan hanya mampu menghasilkan air selama kurang lebih satu bulan, sehingga hingga saat ini kebutuhan air bersih masyarakat masih mengandalkan distribusi air dari Desa Kemiri. Pada musim hujan, kualitas fisik air yang dialirkan terkadang mengalami peningkatan kekeruhan akibat partikel sedimen yang terbawa aliran air sehingga masyarakat memerlukan cara sederhana untuk membantu menjernihkan air sebelum digunakan. Selain kualitas air yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, masyarakat juga belum banyak mengenal teknologi penyaringan air sederhana yang dapat dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan memiliki biaya relatif terjangkau.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim mahasiswa KKN FSTeM UB 2026 Desa Jabung menginisiasi program Teknologi Tepat Guna (TTG) bertajuk FILTARAT (Filter Air Sederhana untuk Jabung Sehat). Program ini bertujuan memperkenalkan teknologi penyaringan air sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan memiliki biaya relatif terjangkau. Selain menghadirkan solusi sederhana terhadap permasalahan air keruh, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-6, yaitu Clean Water and Sanitation, melalui peningkatan akses masyarakat terhadap air yang lebih bersih dan layak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Program FILTARAT dilaksanakan di bawah pendampingan Drs. Suratmo, M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN Universitas Brawijaya yang membimbing mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Berawal dari Hasil Observasi Lapangan
Sebelum menentukan program kerja, mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei terhadap kondisi lingkungan serta berdiskusi dengan perangkat desa dan masyarakat. Dari proses tersebut diketahui bahwa keterbatasan akses terhadap air tanah menyebabkan masyarakat Dusun Gunung Kunci masih mengandalkan pasokan air dari desa tetangga. Meskipun kebutuhan air sehari-hari tetap terpenuhi, kualitas fisik air yang diterima masyarakat tidak selalu berada dalam kondisi optimal. Temuan tersebut mendorong tim KKN ini untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya mudah diterapkan, tetapi juga terjangkau dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat .
“Program FILTARAT berangkat dari hasil observasi kami mengenai kondisi air yang digunakan masyarakat Dusun Gunung Kunci. Kami ingin menghadirkan solusi sederhana melalui teknologi tepat guna yang dapat dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh sehingga masyarakat dapat menerapkannya secara mandiri,” ujar Wihda Kamilatusy Syifa selaku Ketua Pelaksana Program FILTARAT.
FILTARAT: Solusi Sederhana Berbasis Teknologi Tepat Guna
Melalui program ini, tim mahasiswa KKN Desa Jabung merancang filter air sederhana yang menggunakan beberapa lapisan media penyaring, yaitu spons filter akuarium, pasir silika, batu zeolit, karbon aktif, serta batu apung yang disusun di dalam pipa PVC (Polyvinyl Chloride). Masing-masing media memiliki fungsi berbeda, mulai dari menyaring partikel kasar, mengurangi kekeruhan, membantu menyerap bau, hingga meningkatkan kualitas fisik air sebelum digunakan.

Pemilihan bahan-bahan tersebut didasarkan pada kemudahan memperoleh bahan di pasaran yang memiliki biaya relatif terjangkau, serta dapat dirakit menggunakan peralatan sederhana. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu membuat maupun merawat filter secara mandiri tanpa bergantung pada teknologi yang mahal.
Sebelum alat diperkenalkan kepada masyarakat, tim KKN melakukan beberapa kali uji coba untuk memastikan filter dapat bekerja secara optimal. Tahapan tersebut meliputi penyusunan media filter, pengujian aliran air, serta evaluasi hasil penyaringan sebelum alat digunakan dalam kegiatan sosialisasi. Proses ini dilakukan agar alat yang diperkenalkan kepada masyarakat benar-benar siap digunakan sebagai salah satu alternatif teknologi tepat guna dalam membantu meningkatkan kualitas air bersih. Selain merancang alat, mahasiswa juga menyusun poster edukasi yang menjelaskan fungsi setiap media penyaring, prinsip kerja filter, cara penggunaan, serta langkah-langkah perawatan alat. Poster tersebut menjadi media pendukung selama sosialisasi sehingga masyarakat dapat lebih mudah memahami materi sekaligus memiliki panduan sederhana yang dapat digunakan kembali setelah kegiatan selesai.
Sosialisasi dan Demonstrasi kepada Masyarakat
Program FILTARAT dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di rumah Bapak Fadilah, Ketua RW 05 Dusun Gunung Kunci. Kegiatan dihadiri oleh 15 peserta yang mencapai 100 persen dari jumlah undangan.


Sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya penggunaan air bersih, sanitasi lingkungan, serta pengenalan prinsip kerja filter air sederhana. Mahasiswa menjelaskan penyebab air menjadi keruh, fungsi masing-masing media penyaring, hingga cara merawat filter agar tetap dapat digunakan secara optimal dalam jangka waktu yang lebih lama. Penyampaian materi didukung oleh poster edukasi sehingga peserta lebih mudah memahami proses penyaringan air.
Setelah sesi sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan dan penggunaan filter air sederhana. Mahasiswa memperagakan proses penyusunan media penyaring, cara mengoperasikan alat, hingga langkah-langkah perawatan yang perlu dilakukan secara berkala. Melalui demonstrasi tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung proses penyaringan air sekaligus memahami cara kerja setiap lapisan media filter.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai fungsi setiap media penyaring, cara membersihkan filter, serta frekuensi penggantian media agar alat tetap bekerja secara efektif.
Apresiasi dan Harapan Masyarakat terhadap FILTARAT

Ketua RW 05 Dusun Gunung Kunci, Bapak Fadilah, mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Filter air ini sangat berguna bagi warga Dusun Gunung Kunci karena air yang dialirkan dari Desa Kemiri tidak selalu jernih, terutama saat musim hujan. Air merupakan kebutuhan utama masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, terlebih mayoritas warga di dusun ini memiliki usaha peternakan sapi perah yang juga membutuhkan pasokan air bersih,” ujarnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, penyerahan purwarupa alat FILTARAT dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian acara perpisahan dan pelepasan mahasiswa KKN FSTeM Universitas Brawijaya pada Jumat, 17 Juli 2026 yang diselenggarakan di Balai Desa Jabung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Jabung beserta jajaran perangkat desa, serta beberapa perwakilan masyarakat dari empat dusun di Desa Jabung, yaitu Dusun Krajan, Dusun Gunung Kunci, Dusun Borojabung, dan Dusun Mindi.
Dalam momentum tersebut, tim mahasiswa KKN FSTeM UB kembali mendapat kesempatan untuk memaparkan dan memperkenalkan inovasi FILTARAT di hadapan seluruh tamu undangan. Meskipun tidak disertai dengan demonstrasi penggunaan alat secara langsung akibat keterbatasan waktu, pemaparan ini justru memantik antusiasme yang luar biasa dari para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh audiens dalam sesi diskusi. Salah satu pertanyaan yang paling menarik perhatian datang dari peserta yang menanyakan apakah skala dan ukuran alat beserta bahan penyaringnya dapat diperbesar agar mampu mengakomodasi kebutuhan penjernihan air untuk skala yang lebih luas lagi.

Menjawab antusiasme serta rasa ingin tahu yang tinggi tersebut, mahasiswa KKN menyerahkan secara resmi alat filter air sederhana ini kepada Ketua RW 05 Dusun Gunung Kunci yang selama ini menjadi wilayah sasaran utama program. Penyerahan tersebut diharapkan menjadi langkah awal agar pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat terus diterapkan, direplikasi dan dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri.
Komitmen Mahasiswa KKN dalam Mewujudkan Air Bersih Berkelanjutan
Program FILTARAT menunjukkan bahwa penyelesaian permasalahan masyarakat tidak selalu memerlukan teknologi yang rumit maupun biaya yang besar. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh serta pendekatan edukatif melalui sosialisasi dan demonstrasi, masyarakat dapat memperoleh alternatif teknologi penyaringan air yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan.secara mandiri.

Melalui program ini, mahasiswa KKN FSTeM Universitas Brawijaya tidak hanya menghadirkan sebuah alat, tetapi juga memperkenalkan pengetahuan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan air bersih dan pemeliharaan kualitas lingkungan. Program FILTARAT diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian masyarakat Dusun Gunung Kunci dalam mengelola sumber daya air secara lebih baik sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Reporter: Tim KKN FSTeM Universitas Brawijaya Desa Jabung 2026
Penulis: Moh. Zamzami Al-Furqon, Rachma Zerlinda Khoirunnisa, Zikry Saputra dkk.
Penyunting: Arief Kurniawan























Beri Balasan