Temukan Kami di Media Sosial atau Hubungi Kami dan kami akan merespons segera.
Kolom komentar di akun TikTok milik Reyhan dipenuhi puja-puji dari netizen perkotaan. Reyhan, 25 tahun, adalah guru muda mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Bintang Kejora, sebuah sekolah swasta menengah di pusat Jakarta. Dalam enam bulan terakhir, wajahnya kerap viral karena ia rajin membuat konten video berdurasi pendek tentang keseruan metode belajarnya di kelas. Ruang kelasnya ditata dengan lampu sinematik hangat, transisi video yang lincadieluh-elukansik latar yang sedang populer. Ia menjelma menjadi guru influencer kota yang dielu-elu netizen.
“Hahahaha!” Suara seseorang yang tertawa dengan lantang, sementara guru yang sedang menjelaskan sesuatu di kelas. Hari ini, sama seperti biasanya, anak-anak kelas 12 masuk kelas. Sekilas, kita bisa melihat anak-anak yang sedang memperhatikan pelajaran dengan ‘antusias’. Tapi kalau kalian mencoba mengamati lebih lama, kalian akan sadar, dari deretan pertama, yang biasanya dikenal sebagai sarang anak-anak pintar, sampai ke deretan terakhir, tidak ada yang benar kelakuannya. Di sudut jendela, ada dua orang yang sibuk mengobrol sambil menahan tawa. Di barisan tengah, beberapa anak sedang bermain blackjack, yang disembunyikan di balik buku pelajaran. Tidak ada satupun orang yang benar-benar memperhatikan kelas dengan baik.
Pulau Haruku, mutiara yang terapung di pelukan Kepulauan Maluku, adalah sepotong surga yang dibentuk oleh tangan waktu dan dijaga oleh nyanyian laut. Airnya sebening kristal, memantulkan tarian cahaya matahari yang jatuh lembut di permukaan. Di bawahnya, terumbu karang berkilauan, membentuk istana bawah laut bagi kawanan ikan yang berenang seperti serpihan pelangi. Penyu hijau melintas anggun, sementara kuda laut menari di antara anemon yang bergoyang anggun. Hutan bakau melindungi pantai, akar-akar mereka menjuntai seperti tangan yang merangkul laut.
Sebelum kita melukis peradaban, kita adalah tanah yang mencintai akar. Ranum asih tak terapal hanya dari bibir, tapi dari laku yang mengecup kelapangan. Meringkuk tubuh pada syukur sujud, memeluk rumput yang tak pernah kering dibasuh warna hijau Tuhan— tempat mata menakar pandang hanya pada kedamaian, hanya pada kepermaian.
Situs Web Kabarbasic.com dikelola oleh Lembaga Pers Mahasiswa Basic
Surel: admin@kabarbasic.com
Our website uses cookies to improve your experience. Learn more about: Cookie Policy
Beri Balasan